BAGHDAD - Sebuah kelompok militan yang terkait
dengan Al Qaeda mengklaim pihaknya bertanggungjawab atas 40 serangan
yang mematikan di Irak. Rangkaian serangan itu terjadi selama bulan Juni
lalu.
Dalam pernyataannya dalam website mereka, kelompok Islamic State of Iraq yang memiliki kaitan erat dengan Al Qaeda, mengaku melakukan rangkain serangan bom. Rangkaian bom itu termasuk bom pinggir jalan, bom mobil dan penembakan atas umat Muslim Syiah dan pihak keamanan Irak.
Sekira 234 warga Irak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Selama bulan Juni, serangan terjadi setidaknya setiap tiga hari dan menjadikannya bulan paling berdarah sejak pasukan Amerika Serikat (AS) akhir Desember lalu.
"Kami juga melakukan dua serangan bom mobil pada 16 Juni lalu, yang menewaskan 26 warga Syiah di Baghdad," keterangan kelompok Islamic State of Iraq tersebut, dalam website mereka yang dikutip Associated Press, Selasa (10/7/2012).
Pejabat Irak mengatakan, peningkatan kekerasan seperti menandakan masih adanya friksi di antara sekte dan kelompok etnis lainnya di negera itu. Selain itu, persaingan politik juga menjadi alasan meningkatnya aksi kekerasan.(Sumber)
Dalam pernyataannya dalam website mereka, kelompok Islamic State of Iraq yang memiliki kaitan erat dengan Al Qaeda, mengaku melakukan rangkain serangan bom. Rangkaian bom itu termasuk bom pinggir jalan, bom mobil dan penembakan atas umat Muslim Syiah dan pihak keamanan Irak.
Sekira 234 warga Irak dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Selama bulan Juni, serangan terjadi setidaknya setiap tiga hari dan menjadikannya bulan paling berdarah sejak pasukan Amerika Serikat (AS) akhir Desember lalu.
"Kami juga melakukan dua serangan bom mobil pada 16 Juni lalu, yang menewaskan 26 warga Syiah di Baghdad," keterangan kelompok Islamic State of Iraq tersebut, dalam website mereka yang dikutip Associated Press, Selasa (10/7/2012).
Pejabat Irak mengatakan, peningkatan kekerasan seperti menandakan masih adanya friksi di antara sekte dan kelompok etnis lainnya di negera itu. Selain itu, persaingan politik juga menjadi alasan meningkatnya aksi kekerasan.(Sumber)
0 komentar:
Posting Komentar