Product :
Tampilkan postingan dengan label Animal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animal. Tampilkan semua postingan

Perburuan gelap badak kian marak di Afrika Selatan

Written By T Noval Ariandi on Kamis, 19 Juli 2012 | 07.27

Badak yang diburu secara gelap di Afrika Selatan sejak awal tahun ini sekarang berjumlah 281 ekor, kata Departemen Urusan Lingkungan Hidup, Selasa (17/7).

Taman Nasional Kruger terus menghadapi perburuan badak secara tidak sah, dan kehilangan sebanyak 154 badak akibat tindakan melanggar hukum tersebut, kata departemen itu di dalam satu pernyataan.

Pronvinsi Limpopo, Barat Laut, Mpumalanga dan KwaZulu Natal terus dijadikan sasaran oleh para pemburu gelap, dan kehilangan 110 dari seluruh jumlah badak yang diburu secara gelap sejak awal tahun ini, kata pernyataan tersebut.

Sejauh ini, sebanyak 176 penangkapan telah dilakukan, 153 di antaranya adalah pemburu gelap; 10 penadah atau perantara; enam perantara atau pembeli dan tujuh pengekspor, kata pernyataan itu sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pemerintah memperingatkan jika lonjakan tersebut tak bisa dihentikan, maka jumlah badak yang dibunuh tahun ini akan melampaui jumlahnya tahun lalu. Sebanyak 448 badak diburu secara gelap di seluruh negeri itu pada 2011, 252 di antaranya di Taman Nasional Kruger.

Pemerintah Afrika Selatan telah memohon bantuan masyarakat dalam memerangi perburuan badak secara gelap. Satu saluran telepon khusus telah disiapkan buat masyarakat yang ingin melaporkan peristiwa perburuan badak secara gelap atau memberi keterangan yang bisa menghasilkan penangkapan dan pencegahan pembunuhan secara tidak sah tersebut.

Tuntutan yang meningkat akan cula badak di pasar dunia, Asia khususnya, telah dituding sebagai penyebab terjadinya lonjakan belakangan ini dalam perburuan badak secara gelap di Afrika Selatan. (Sumber)

Ratusan ikan mati diduga akibat limbah pabrik

Ratusan ikan jenis mujair dan juga bader di Sungai Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, ditemukan mati diduga akibat pencemaran limbah pabrik yang berada di sepanjang aliran sungai.

Salah seorang warga, M Anas, Senin mengatakan, banyaknya ikan yang mengambang di atas permukaan air tersebut langsung ditangkap oleh warga masyarakat.

"Begitu mengetahui banyak ikan yang mati (mabuk), warga langsung berbondong-bondong untuk menangkap ikan tersebut dengan menggunakan peralatan sederhana seperti jaring," paparnya.

Ia mengemukakan, warga sendiri tidak mengetahui apakah ikan ikan tersebut mengandung zat-zat yang dikandung dalam limbah perusahaan di hulu sungai.

"Warga sendiri tidak mengetahui apakah ada kandungan zat - zat berbahaya atau tidak dalam kandungan ikan yang mati mengambang tersebut," ucapnya.

Ia menyebutkan, kondisi air di sungai itu keruh dan agak berlendir pada saat ikan ikan tersebut mati dan mengambang di atas permukaan air.

"Ratusan ikan mati itu berada di sepanjang aliran sungai Desa Bligo, Kecamatan Candi Sidoarjo," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, aktivis Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) M Amir mengatakan, banyaknya ikan mati tersebut diduga akibat pencemaran limbah dari pabrik gula yang dibuang di sepanjang aliran sungai desa.

"Kami akan melaporkan peristiwa ini kepada badan lingkungan hidup Kabupaten Sidoarjo supaya mendapatkan tindak lanjut terkait dengan peristiwa pencemaran sungai ini," ujarnya.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah daerah supaya segera melakukan tindakan serius terkait dengan matinya sejumlah ikan tersebut. (Sumber)

Populer

.:: eramuslim.com ::.

Aqidah dan Fiqih

More Post »

Asean

METRO TV NEWS AKTUAL

« »
« »
« »
Get this widget