
Selain
itu, masih diperlukan dana besar untuk proses kemoterapi 8 kali setelah
kondisi pasien membaik dan jahitan operasinya kering. Dengan biaya 6
juta per kemoterapi, maka diperkirakan perlu dana 48 juta
Allahu
Akbar!! Perjuangan hidup Ummu Irhab penuh dengan ujian berat. Meski
musibah datang silih berganti, ibu muda yang dibesarkan di daerah jihad
Ambon dan Poso ini tegar sepenuh tawakkal menerima takdir Ilahi.
Sejak kecil, wanita kelahiran Banyumas,
13 November 1990 ini sudah malang melintang mengikuti ayahandanya
keliling di berbagai medan jihad nasional, dari Ambon hingga Poso.
Tempaan kehidupan keras di medan jihad
itulah yang mengokohkan mental dan imannya, meski saat ini keluarga Ummu
Irhab tak diketahui keberadaannya karena aktivitas menegakkan syariat
Islam.
Ujian datang silih berganti!! Usai
melahirkan anak ketiganya, Ummu Irhab kehilangan keluarga, termasuk
suaminya. Dalam usia yang relatif muda, ia pun menyandang status janda.

Alhamdulillah seorang ikhwan, sebut saja
Usamah, dengan tulus menikahinya dalam apa adanya. Lillahi Ta’ala,
Usamah menikahi Ummu Irhab yang sedang mengidap penyakit kanker. Pria
kelahiran Kartasura ini melandasi pernikahannya sesuai anjuran Nabi
untuk menyempurnakan iman dengan mencintai karena Allah.
“Barang siapa yang mencintai karena
Allah. Membenci karena Allah. Memberi karena Allah. Dan tidak memberi
juga karena Allah. Maka sungguh dia telah menyempurnakan imannya” (HR
Abu Dawud).
Tekad Usamah meringankan beban Ummu
Irhab begitu membuncah, setelah ia mengenal hakikat Islam. Usamah lahir
dari keluarga bromocorah yang terkenal garang. Berkat sentuhan dakwah
Sigit Qordhowi, ayah Usamah diberi hidayah dalam Islam. Keluarga
bromocorah ini pun berubah menjadi aktivis penegakan syariat Islam.

Dalam kehamilan yang keempat, ternyata
kanker Miom Ummu Irhab tumbuh kembali, bahkan jauh lebih ganas dari
sebelumnya. Innalillahi!!! Hasil USG menunjukkan kankernya seberat 25
kg. Kondisinya memprihatinkan dengan tumbuh benjolan-benjolan di sekitar
janin, tubuhnya membesar (gemuk tidak wajar), otot membesar dan
mengeras, serta suaranya ikut membesar.
Ummu Irhab pun kembali masuk RSUP
Kariyadi Semarang dengan biaya penghabisan dari seluruh harta yang
dimilikinya. Dokter menyarankan agar Ummu Irhab menjalani dua kali
operasi untuk menyelamatkan ibu dan janinnya. Dengan modal nekad, Usamah
pun menyetujui operasi dilakukan dua kali, yaitu operasi persalinan dan
operasi pengkatan kanker.
Alhamdulillah, operasi pada hari Senin
(16/7/2012) jam 08.00-11.00 berjalan sukses. Dana perawatan di RS
mencapai Rp 30 juta. Sementara dana yang berhasil digalang
teman-temannya hanya mencapai 14,5 juta. Masih banyak hutang yang
ditanggung Usamah dan Ummu Irhab.
Jadi, total dana yang diperlukan untuk biaya pengobatan Ummu Irhab adalah Rp 63.500.000 (63,5 juta).
Ummu Irhab sangat membutuhkan kepedulian
dan uluran tangan kita. Duka Ummu Mujahid adalah duka kita semua,
karena setiap mukmin itu bersaudara seperti satu jasad yang utuh.
“Orang-orang mukmin itu bagaikan
seorang manusia yang satu. Jika kepalanya terasa sakit, maka seluruh
badannya pun ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur” (Muttafaq ‘Alaih).
Dengan bantu saudara kita yang tertimpa
musibah, insya Allah akan mendatangkan barakah, pertolongan dan
kemudahan di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menghilangkan kesulitan
seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada
hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang tengah dilanda
kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat...” (HR Muslim).
...Duka Ummu Irhab adalah duka kita semua, karena setiap mukmin itu bersaudara seperti satu jasad yang utuh...
Bagi pembaca yang terpanggil untuk
membantu meringankan beban sesama Muslim, bisa menyalurkan donasi
melalui program DINAR (Dana Infaq Darurat) untuk para Mujahid, aktivis
Islam dan keluarga mereka. Nomor rekening DINAR IDC:
- Bank Muamalat Indonesia (BMI), No.Rek. 0132465841 a/n Budi Haryanto
- Bank Syariah Mandiri (BSM), No.Rek: 0120043587 a/n Budi Haryanto
- Bank Mandiri, No.Rek: 0060006012623 a/n Budi Haryanto
- BCA (Bank Central Asia), No.Rek: 6310230497 a/n Budi Haryanto
CATATAN:
- Demi kedisiplinan amanah agar tidak bercampur dengan dana lainnya, silahkan tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,-dan seterusnya.
- Info dan konfirmasi: Mumtaz (08999.704050).
- Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: idc.voa-islam.com.
(Sumber)
0 komentar:
Posting Komentar