Home » » HNW Tumbang, Ada Brutus Politik di PKS?

HNW Tumbang, Ada Brutus Politik di PKS?

Written By T Noval Ariandi on Jumat, 13 Juli 2012 | 10.58

Jakarta - Kandidat Gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) tumbang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta. Hasil hitung cepat, HNW hanya memperoleh suara di kisaran 11-12 persen. Ada apa dengan PKS?

Pemilukada DKI menghadirkan banyak kejutan. Selain menempatkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama sebagai pengumpul suara terbanyak mengungguli kandidat petahana Fauzi Bowo, dalam quick count ada kejutan lain dihadirkan pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Pasangan ini hanya memperoleh suara di kisaran 11-12 persen.
Perolehan ini jelas mengejutkan kader PKS tak terkecuali publik. Terlebih bila membandingkan perolehan suara saat Pemilukada 2007 lalu pasangan yang diusung PKS Adang Daradjatun-Dani Anwar memperoleh angka 40 persen lebih. Meski, membandingkan Pemilukada DKI 2007 dengan 2012 ini jelas bukan langkah yang tepat.
Dalam Pemilu 2009 lalu di DKI Jakarta, PKS memperoleh suara 18 persen di bawah Partai Demokrat yang memperoleh suara 35 persen. Angka tersebut dalam kenyataan Pemilukada DKI tak berbanding lurus. Kandidat PKS defisit suara, jauh di bawah perolehan saat Pemilu 2009 lalu.
Koordinator Relawan Hidayat-Didik Zulkifliemansyah menegaskan kader PKS di DKI Jakarta solid mendukung Hidayat-Didik. "Tapi simpatisan dan suara mengambang nampaknya punya pilihan yang lain," kata Zul melalui BlakcBerry Messenger (BBM) kepada INILAH.COM, Kamis (12/7/2012).
Hanya saja, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ini tidak menampik bila perolehan Pemilukada DKI ini menimbulkan kekecewaan. Menurut dia, hasil Pemilukada DKI semestinya menjadi umpan balik bagi PKS. "Agar PKS segera berbenah dalam menyambut Pemilu 2014," harap Zul.
Hal senada ditegaskan Ketua DPP PKS Bidang Media Mardani Ali Sera ihwal soliditas kader PKS dalam mendukung kandidat Hidayat-Didik. Menurut dia, kader PKS bergerak menyokong Hidayat Nur Wahid. "Tidak hanya kader di Jakarta, tapi juga dari luar Jakarta," cetus Mardani melalui saluran telepon.
Dia mengklaim Pemilukada DKI Jakarta ini justru memperkuat struktur partai khususnya di DKI. "Pemilukada DKI justru memperkuat struktur partai," klaim Mardani. Hanya saja Mardani mengakui pola pendekatan PKS kepada calon pemilih belum bisa menangkap realitas baru di tengah masyarakat. Menurut dia, pemilih ingin lebih fokus dan elegan. "Tidak sekadar janji," terang Mardani.
Di bagian lain ia menyebutkan kemenangan Jokowi-Ahok dipengaruhi banyaknya kelompok kelas menengah terhadap akses informasi. "Tak terkecuali pengaruh media masa yang begitu luar biasa. Sedangkan kita tidak mengoptimalkan media," aku Mardani.
Sumber INILAH.COM di internal PKS menginformasikan yang berbeda soal kekalahan Hidayat-Didik dalam Pemilukada DKI ini. Menurut dia, kekalahan calon PKS tidak terlepas dari tidak solidnya elit PKS dalam memberikan dukungan ke Hidayat-Didik.
"Beberapa elit memang dipakai untuk menggembosi PKS. Supaya Hidayat tidak besar di 2014," ucap sumber tersebut. Implikasi nyata yang muncul atas sikap ini, lanjut sumber tersebut, logistik untuk pemilukada tidak mengucur untuk mendorong pemenangan Hidayat-Didik. (Sumber)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Populer

.:: eramuslim.com ::.

Aqidah dan Fiqih

More Post »

Asean

METRO TV NEWS AKTUAL

« »
« »
« »
Get this widget