Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Kota Semarang meminta pemerintah untuk mengendalikan kenaikan harga sembilan barang kebutuhan pokok.

"Saat ini harga telur dan gula tinggi. Kami khawatir harganya terus naik karena sekarang saja harganya sudah naik," kata Ketua LP2K Semarang Ngargono di Semarang, Kamis.

Ia mengatakan, untuk mengendalikan harga sembako tersebut harus dilakukan dengan penyediaan sembako di antaranya dengan operasi pasar.

"Untuk harga gula, harapannya bisa terkendali bahkan bisa turun karena Mei hingga Oktober adalah musim giling," katanya.

Ia mengatakan, jika saat musim giling saja harganya sudah tinggi, dikhawatirkan harga gula di luar musim giling jauh dari jangkauan konsumen.

Seorang warga Semarang Selatan, Aminah (37) mengatakan, harga gula pasir saat ini mencapai Rp12.500 di pasar, sedangkan di warung antara Rp13.000 hingga Rp13.600 per kilogram.

Harga telur juga mengalami kenaikan dari Rp16.000 per kilogram sekitar seminggu lalu menjadi Rp19 ribu per kilogram saat ini.

"Untuk harga daging sapi lebih mahal lagi. Jika seminggu lalu harganya Rp55.000 per kilogram, sekarang harganya mencapai Rp70.000," kata ibu satu anak itu.

Kenaikan harga sembako lainnya juga diakui seorang warga Jomblang Perbalan, Nyonya Dhori (50). Ia menyebutkan, harga beras menjadi Rp8.500 dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram.

Harga daging ayam yang sebelumnya Rp20.000 per kilogram, naik menjadi Rp24.000.

Dua warga setempat itu khawatir harga sembako akan terus naik menjelang Lebaran sehingga mereka berharap ada operasi pasar oleh pemerintah daerah setempat.(Sumber)